Karna ku tahu di sana ada HARAPAN
Di saat aku membisu Bibirku langsung berkata kata
Karna ku tahu di sana ada HARAPAN
Di saat aku tak mau mendengar Telingaku langsung merindukan suara
Karna ku tahu di sana ada HARAPAN
Di saat genggaman itu menghampiri Kedua tangan ku langsung mengepal erat
Karna ku tahu di sana ada HARAPAN
Di saat langkah ku terhenti Kedua kaki ku langsung melaju cepat
Karna ku tahu di sana ada HARAPAN
Di saat aku terbujur kaku Seluruh anggota badan ku tergerak dengan sempurna
Karna ku tahu di sana ada HARAPAN
Ya HARAPAN hanya sebuah HARAPAN Yang hanya bisa di impikan dan di hayalkan
Tapi......................................
HARAPAN yang menghampiri aku
Dia HARAPAN yang hanya tersungging senyum simpul
Dengan mengarah kepada BINTANG BINTANG
Saking terpana dan takjubnya
Aku hanya diam dan berdiam diri
Sampai aku tidak sempat berpikir apa maksud HARAPAN itu Menunjuk BINTANG BINTANG
Dan aku hanya memandang SATU BINTANG tiada henti
Sampai aku terhenti sejenak aku baru sadar
Bahwa tidak hanya SATU BINTANG yang bersinar dan menyinari aku malam itu
Tapi ratusan bahkan ribuan BINTANG yang dengan sengaja memberikan sinarnya untuk aku pandang Dan aku tatap juga..............
Dan aku sadar juga kenapa SANG HARAPAN hanya mengarah kepada BINTANG BINTANG untuk aku berpikir dan berpikir.........
Bahwa aku tidak BOLEH berharap hanya dengan satu HARAPAN Karna ada HARAPAN lain menanti dan mengharap aku..........
Aku Lelah
Aku Jengah
Aku Resah
Aku Gelisah
Karna HARAPAN itu...............
Namun HARAPAN itu.............
Seakan Memudar
Seakan Tersamar
Haruskah aku berhenti berharap atau Harapan itu yang menghentikan aku
Bukan keluhan
Bukan Desahan
Dan bukan Kegundahan Yang aku rasakan
Tapi ULURAN
Yang Sejati
Yang Hakiki
Yang Imani
Yang menembus Relung dan Sanubari Hati
Sampai di Akhir Hayat Nanti
Yang kuimpikan Saat Ini
Yang akan kujadikan Cinta Ketiga
Setelah Sang Pencipta Dan Kedua Orang Tua.........................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar