Entri Populer

Senin, 17 Oktober 2011

KETIKA KITA MERASA BERBEDA

Bagi bunga mawar, bunga tulip memang tak pernah mekar
Bagi mawar, tulip memang tak pernah indah sempurna
tidak bisa sepenuh purnama, yang bangga dengan kesempurnaannya
Bagi mawar, tulip adalah bunga terkungkung...
yang tak pernah menggeliat kuncup-kuncupnya, bunga yang malang...

Bagi mawar, teratai pun adalah bunga yang tak sempurna
yang memekarkan setengah mahkota-mahkota bunganya,untuk dibiarkan tergenang didalam air...

Tulip dan Teratai memang tak pernah merasakan kesepenuhan, kesempurnaan...
laksana mawar yang selalu berseri menggeliatkan kesepenuhan kuncup-kuncupnya, merah merona...

Tapi menjadi mawar, berarti juga harus menjadi bunga peluka,bunga yang menumbuhkan duri-duri membuat luka,bunga yang disukai, sekaligus melukai ...
sedang menjadi tulip yang tidak pernah sempurna menjadikannya bunga yang sedikitpun, tidak pernah ingin menyakiti
Bunga yang tampak lugu dalam ketidaksempurnaannya
Bunga yang tidak mendamba dipuja-puja

Dan menjadi teratai yang tidak pernah ingin sempurnamenjadikan bunga yang apa adanyajujur dan sederhana...
bunga yang rela menjatuhkan helaiannya kedalam air yang kotor dan dingin
namun begitu, teratai tetap indah
walau hanya keindahan yang dingin dan sederhana
namun sanggup memancarkan keagungan yang sempurna

-------------
Mengapa Allah Ar Rahman, tidak menciptakan hanya satu jenis bunga saja di dunia ini hingga tidak ada saling meninggikan dan merendahkan? Tidak saling mengejek dan dipujikan?

Jawabannya tentu saja TIDAK demikian, Kesempurnaan hakiki ada jika ada dua unsur yang saling menunjang. Yang baik dan yang buruk, yang rupawan dan yang buruk rupa. Yang pintar dan yang bodoh, yang kaya dan yang miskin.

Lihatlah,
Alam ini begitu indah karena kebaikan dan keburukan, hamparan sawah yang menghijau itu jika ditelaah ada dua sisi yang tidak sama. Sisi yang baik adalah warna hijau pohon padi nan indah, dan sisi buruknya adalah tanah Lumpur yang kotor disekelilingnya.

Saudaraku, Seandainya engkau berada di sisi yang tidak baik menurut kita
Mengapa kita harus rendah diri karena kita buruk rupa? Dan orang lain tidak…Mengapa kita harus rendah diri karena kita merasa bodoh? Dan orang lain tidak..
Mengapa kita harus rendah diri karena kita menjadi orang miskin? Dan orang lain tidak…

Kekurangan hidup itu banyak macamnya. Bisa lahiriah bisa batiniah. Bisa sejak lahir bisa juga karena keadaan. Apapun sebabnya, tak pantas dan tak guna kita meratapinya.

Martabat manusia bukan pada sikap lahiriah semata. Orang yang memperolok kondisi kekurangan2mu semestinya dikasihani karena dia hanya bisa menang dengan cara memperolok sesuatu diluar kuasa kita. Dia tak punya kekuatan dan alasan yang lebih ‘real’ untuk bisa mengalahkan kita.

Tak usah menunggu uluran tangan dan rasa kasihan orang lain. Buktikan bahwa kita mampu hidup dan menghidupi orang lain. Menyesali kondisi yang sudah ada hanya akan meruntuhkan semangat dan membuat hidup kita lebih sulit untuk dijalani.

Apakah kekurangan hidup hanya dalam soal ‘ketidakmampuan’ ? Tidak juga. Setiap manusia pasti punya kekurangan namun orang kadang lupa pada kenyataan ini.

Kalau dibilang setiap orang punya kekurangan, mungkin jawabannya, “ah klise…” padahal itu adalah kenyataan.
Kalau menganggapnya klise, buatkan saja antitesa pernyataan tersebut, misalnya dalam bentuk kondisi yang sinonim, “Tak ada orang yang sempurna”.

Saudaraku,
Saya menekankan dua hal ini karena rasa kurang itu timbul dari dalam diri kita. Kalau kita mengganggapnya sebagai sesuatu yang besar, kelebihan yang dimiliki akan terhimpit oleh rasa kurang.

Jangan menunggu nasib berubah. Ubahlah keadaan yang sulit dan mulailah dari pikiranmu bahwa engkau akan sukses ditengah kekurangan yang ada.

Jangan pernah patah oleh keadaan. Santai saja. Lihatlah kekurangan itu sebagai jalan lapang untuk meraih kesuksesan.

Berdoalah kepada Allah Azza Wajalla untuk diberi jalan keluar.
Awali sesuatu dengan niat yang baik dan berdoa untuk diberi pilihan yang baik meski kita tidak bisa membayangkan solusi baik apa yang akan terjadi.

Jangan meratapi apa yang sudah terjadi. Muhasabah sudah cukup, tak usah ditambah dengan ratapan pada masa yang sudah lewat dan tidak bisa kembali. Percuma, hanya akan membuat akal kita buntu dan otak kita macet.

Tataplah masa depan dan biarkan otak anda berpikir tentang berbagai ide untuk menyelesaikan masalah.

Jangan takut melakukan perubahan. Jika kita sudah ada didasar kemalangan hidup, pilihan yang ada adalah perbaikan dan peningkatan taraf kehidupan. Tak mungkin kita turun lagi ke posisi bawah karena kita sudah sampai didasar kesulitan.

Sekali lagi, Saudaraku
Jangan merasa rendah diri pada apa yang kita miliki sekarang. Sedikit apapun itu, itu adalah bagian dari kekayaan kita. Tak usah peduli pada komentar orang lain, apalagi jika komentar itu sifatnya hanya 'sarkasme'.

Sepanjang bukan perbuatan kriminal atau negatif, anda bisa dengan lugas berkata, “Orang lain tak suka, apa peduli saya…”
Jangan patah oleh keadaan.
Hidup susah adalah tantangan.
Hidup kekurangan adalah bagian dari pembelajaran.
Jangan pernah menyerah hanya karena kekurangan yang kita alami dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar